Operasi Microsleep di Tol Permai, Antisipasi Kecelakaan 

Operasi Microsleep di Tol Permai, Antisipasi Kecelakaan 

CELOTEH RIAU--Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo 26 September 2020 lalu jalan tol permai digandrunginya masyarakat  berlalu lintas.Namun yang menjadi persoalan adalah kurangnya disiplin pengendara, sehingga tercatat sampai hari ini sudah 9 kecelakaan terjadi.

Untuk mencegah hal itu Pengelola Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) pun menggelar Operasi Simpatik Microsleep di ruas tol sepanjang 131 kilometer. 

Kegiatan ini dipusatkan di rest area KM 45 Jalur Ambon, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, digelar Rabu (21/10/2020) dinihari tadi.

Operasi yang dimulai pukul 02.00 WIb hingga 05.00 WIB ini menyasar para pengguna jalan bebas hambatan untuk dicek kondisi fisiknya. Dilokasi rest area tersebut juga disediakan fasilitas pengecekan kesehatan serta uji manual kelayakan kendaraan.

Kepala Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPJT) Permai, Indrayana melalui Kepala Bagian Operasi Jalan Tol Muhammad Fitriandri, menjelaskan upaya ini dilakukan pengelola jalan tol untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang dominan terjadi akibat human error.

"Belakangan ini kita ketahui sering terjadi kecelakaan, dominannya karena human error. Operasi microsleep ini sebagai upaya mengantisipasinya," kata Andri.

Menurutnya, OPJT Tol Permai saat ini tengah konsentrasi menangani persoalan laka lantas tersebut. Pada operasi ini, pihaknya turut menggandeng personel PJR Ditlantas Polda Riau dan Himpunan Keselamatan Transportasi Masyarakat (HIKATAMA).

Hutama Karya sendiri, telah mencatat selama tol beroperasi sudah terjadi  sebanyak 9 kali kecelakaan terjadi di ruas jalan bebas hambatan tersebut, baik yang kecelakaan berat maupun ringan.

"Sudah 9 kali kecelakaan dan ada menimbulkan korban jiwa. Dari operasi microsleep ini para driver yang lelah akan kita sarankan istirahat. Kita juga menyediakan fasilitas berupa pemeriksaan kesehatan yang mengacu pada standar protokol covid-19," jelasnya.

Sementara itu, Panit PJR Tol Permai, IPDA Ramlan menambahkan, bahwa selain upaya ini, pihaknya bersama OPJT Tol Permai juga gencar melakukan razia kecepatan kendaraan di ruas tersebut menggunakan speed gun. Ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"Kecelakaan itu sering terjadi di pagi hari, jadi kita fokus juga untuk melakukan patroli di jam rawan pagi hari tersebut," ujarnya.


Namun dirinya tidak merinci insiden tersebut berada di ruas mana saja. Tol Pekanbaru-Dumai sendiri setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada, Jumat (25/9/2020) lalu. 

Dari mulai beroperasi hingga kini, pemerintah masih menggratiskan jasa layanan bebas hambatan tersebut. Menurut Andri, OPJT Tol Permai saat ini tengah konsentrasi menangani persoalan laka lantas, salah satunya dengan menggelar kegiatan operasi simpatik microsleep yang menyasar para pengendara pada Rabu dinihari. 

"Dari operasi microsleep ini para driver yang lelah akan kita sarankan istirahat. Kita juga menyediakan fasilitas berupa pemeriksaan kesehatan yang mengacu pada standar protokol COVID-19. Hal ini untuk mengantisipasi kecelakaan yang sering terjadi, dominannya faktor human error. Kami imbau untuk selalu berhati-hati," tuturnya. 

Sementara itu, data yang dihimpun  kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tol beragam, namun yang terparah, pada Kamis (15/10/2020) lalu.  Insiden ini menelan 2 korban jiwa dan 2 orang luka-luka. 

Saat itu, kendaraan jenis minibus Mobilio bernomor polisi BM 1302 RP dan kendaraan jenis truk tronton dengan plat nomor kendaraan BK 8572 CS di KM 27+600 Jalur Ambon Ruas Tol Permai sekitar pukul 06.28 WIB terlibat insiden naas. Sementara, kecelakaan yang pertama kali justru terjadi tiga hari setelah tol diresmikan Presiden secara virtual, yaitu pada Senin (28/9/2020). 

Kala itu, mobil SUV jenis Pajero Sport bernomor polisi BM 1636 DJ terlibat laka tunggal lantaran ban depan sebelah kanan pecah, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. 

Kemudian, laka kedua terjadi lagi pada Ahad (11/10/2020). Saat itu kendaraan minibus jenis Avanza BM 1640 RG menabrak bagian belakang truk trailer yang melaju didepannya. Beruntung kecelakaan ini tak menimbulkan korban jiwa, namun pemilik kendaraan diketahui luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Arifin Ahmad Pekanbaru. 

Kemudian lagi-lagi pada, Sabtu (17/10/2020) kemarin, satu unit truk BK 8656 RE yang mengangkut batu mengalami kecelakaan tunggal, truk itu mendadak terbalik lantaran menabrak pembatas jalan di ruas tol KM 80 Kecamatan Pinggir, kabupaten Bengkalis. 

Sementara itu, jenis insiden kecelakaan ringan lainnya juga kerap kali terjadi, mulai dari ban pecah hingga pengendara yang kebablasan menabrak pintu tol baru-baru ini.(ris/*)

 

 

Berita Lainnya

Index